Sahabat engkau yang mengajarkan aku untuk tetap kuat

untuk tetap berserah dan untuk tetap tegar menghadapi keadaan hidup yang terlalu sulit…

ketika suatu hari aku sudah tidak mampu lagi untuk berdiri sendiri, engkau datang dengan tangan terbuka dan merelakan bahumu menjadi sandaran ku

sahabat…..

apa yang kau rasakan saat ini?

Mengapa kau sembunyikan masalahmu dariku

dan engkau menghilang tanpa memberiku alasan yang bisa membuat ku mengerti?

Bukan satu satu, dua, tiga, bahkan ratusan hari saja aku mengenalmu, namun telah bertahun-tahun kita bersama menjalani hari-hari yang membahagiakan bahkan hari yang malang pun kita lalui bersama-sama…

Sahabatku……

aku sangat merindukanmu, merindukan segala hal yang ada pada dirimu

merindukan kata-kata pembangkit semangat yang selalu engkau kirim setiap pagi dan engkau tau kalau aku sangat memerlukan itu….

Engkau yang membuat aku mengerti akan arti hidup….

sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan…

Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan….

Sahabat, datang lah ketika hatimu sudah terbuka…

aku mengerti engkau ingin sendiri, tapi ingatlah janji kita….

kita akan berjalan bersama-sama menjadikan Tuhan Yesus sebagai penuntun jalan kita ini dan meraih sukses bersama-sama…

Ingat lagu UX-Hanya Nama Yesus……

Untuk sahabat baikku…..

aku menunggumu….