Sejak aku menyerahkan seluruh hidupku sepenuhnya kepada Tuhan Yesus
banyak sekali pengalaman yang aku alami…
5 tahun yang lalu ketika aku berada dalam sebuah lingkungan keluarga yang takut akan Tuhan ketika aku mulai menginjakkan kakiku di kota Samarinda, banyak pengalaman yang boleh aku lalui bersama Tuhan Yesus.
waktu itu aku mengikuti pendidikan SMA dan banyak sekali pengalaman yang aku lalui ketika dalam masa pendidikan.
Selama 3 tahun itu, aku banyak bergumul dengan masalah orang tua
bahkan saudaraku yang saat ini masih dalam pergumulan ku.
ketika aku mengalami kekecewaan dengan keputusan yang mengorbankan pendidikanku oleh kedua orang tuaku
ketika kecelakaan motor yang menyadarkan aku untuk tetap taat dengan keputusan orang tua dan menghargai mereka
ketika papa dan saudariku secara beruntun keluar masuk rumah sakit
semua membuat aku semakin sadar kalau kehidupan didunia ini hanya tergantung hitungan detik!
Jika Tuhan berkehendak A maka yang terjadi adalah A
Tuhan tidak pernah plin plan dengan ucapanNya
apalagi menarik kata-kata yang telah Ia ucapkan
hari ini aku sangat lemah, lemah secara fisik dan pikiran
aku teringat betapa besarnya pertolongan Tuhan dalam kehidupanku, meski mungkin orang tuaku tidak menyadari akan semua yang aku alami
aku tau, bukannya mereka tidak perduli dengan kehidupanku namun karena pengetahuan mereka sangat terbatas
aku berusaha terlihat tegar didepan mereka namun aku tidak bisa menyembunyikan bahwa didalam lubuk hati ini tersimpan keinginan yang teramat dalam akan kasih sayang mereka.
Aku juga mengerti kalau mereka sangat menyayangi aku namun tidak bisa menampakkannya.
5 tahun terakhir ini aku sangat jarang bertemu dengan mereka
bahkan Natal tahun lalu aku hanya merayakan Natal bersama dengan teman-temanku di Samarinda, pelayanan yang Tuhan Yesus berikan aku lakukan dari Natal sampai Paskah benar-benar menghiburku.
Aku terus mencoba belajar bagaimana karakter mereka masing-masing agar aku tau bagaimana menghargai mereka.
Aku selalu minta kepada Tuhan Yesus agar aku diberikan kekuatan
aku tidak mau mengasihani diriku karena Tuhan Yesus adalah orang tua yang sangat luar biasa buat aku, dalam setiap keadaan Dia mengerti akan hidupku.
Namun aku sangat bangga memilki orang tua seperti orang tuaku
dan aku sadar disinilah imanku diubahkan
mereka ada agar aku bisa sangkal diri salibkan kedaginganku
aku bangga melihat mereka tegar dengan keadaan hidup yang semakin sulit
Sejak aku diubahkan, aku terus berdoa agar mereka juga diubahkan
dan butuh kesabaran……..
untuk melihat karya Tuhan yang sangat luar biasa
butuh kesabaran……
untuk menapaki setiap jalan kehidupan
aku percaya akan firman Tuhan:
“Anak-anak yang tidak kudus, dikuduskan oleh orang tua. Dan orang tua yang tidak kudus, dikuduskan oleh anak-anaknya”
Firman itu berlaku dalam kehidupanku
Aku bersyukur boleh berada dalam lingkup pelaku firman itu
Tuhan……..
mungkin bukan aku saja yang mengalami keadaan keluarga yang aku alami saat ini, mungkin diluar sana banyak sahabat-sahabatku yang rindu kepada keluarganya…..
Tuhan pasti telah menghibur mereka dengan api Roh Kudus yang tiada henti-hentinya menyinari setiap relung hati yang terluka, kecewa dan tersendiri.
Bukan kuat, gagah yang Tuhan pandang ketika Dia mau mengasihi
tapi tangan yang terbuka untuk melihat betapa besar penyertaanNya
Menjadi berkat dimulai dari keluarga setelah itu kita bagikan berkat itu bagi orang-orang yang ada disekitar kita..
seperti Tuhan menyiapkan hari depan yang penuh harapan, aku akan membuktikan kepada kedua orang tuaku bahwa bersama Tuhan tidak ada yang mustahil
semua pasti indah pada waktunya.


No Comments
Comments feed for this article